Lemon tea

04.28

haaaai kalian, berikut ini cuplikan dr novel yg gue bikin. yaaa berdo'a aja semoga naskahnya diterima sama penerbitnya :)amiiin!



Prolog

        “Shera! Ayo bangun! Katanya mau lari pagi ? gimana sih” subuh begini mama sudah membangunkan Shera dan menggoncang-goncang tubuhnya. “lima menit lagi aja deh ma.. masih jam lima subuh ini” sherapun tidur kembali ,tidak memperdulikan mama yang sedang marah-marah.
Kriiiiiiiing kriiiiiing kriiiiiiiiiiing...
jam weker terus berbunyi, dengan terpaksa aku bangun.. betapa terkejutnya aku ketika melihat jam SUDAH JAM 5.30 ??! dengan kalang-kabut aku langsung pergi ke kamar mandi. Terbayang raut wajah Beni yang sudah menungguku di taman kota dengan kesal. Selesai mandi aku langsung berlari menuju taman kota dan benar saja... beni sudah menungguku dengan jengkel. “lama banget sih sher!” gerutunya dengan kesal “yaah sorry  ben, aku malah ketiduran haha” dia sudah tau aku yang tidurnya seperti kebo ini langsung mencubit tanganku “yaudah, lari yuk?” aku hanya mengangguk dan langsung berlari mencuri start. Beni lari dan menyusulku
         

1. #2 years
Yap! Hari ini adalah dua tahunnya hubungan shera dengan beni. Banyak orang tidak menyangka shera yang biasa-biasa saja ini bisa berpacaran dengan orang yang populer di sekolah, sherapun tidak tau mengapa bisa berpacaran dengannya padahal dia adalah teman rumahnya sejak kecil, yang shera ingat dua tahun yang lalu beni menyatakan perasaannya pada shera di lapangan sekolah dan seminggu kemudian shera memberinya jawaban. Namun shera dan beni berpacaran hanya sewajarnya saja, bahkan shera jarang memanggilnya dengan sebutan ‘sayang’ begitupun sebaliknya.. lagi pula beni adalah cowo yang cuek dan dingin. Tapi dia selalu berusaha membuat shera nyaman berada disisinya dengan senyuman manis dan candanya.

¨       

Terik matahari membuat shera gerah dan kepanasan “uuh udahan dong ben, capek nih!” shera terus mengeluh dan meminta untuk berhenti , beni hanya cengengesan mentertawakannya
“haha baru jam 7 tau! Kita baru lari sejam kamu udah kecapean gitu”. Sherapun mencubit lelaki itu dengan kerasnya dan tertawa melihatnya kesakitan
“aduh sakit tau! yaudah deh istirahat dulu” akhirnya beni mengalah “kita makan mi ayam sama es jeruk kesukaan kamu di Hj.Lili deh, aku yang traktir kok” kerling beni. Shera tampak semangat begitu mendengar mi ayam dan es jeruk kesukaannya di tempat favoritnya.
          “ben, nanti mama gue ditugasin ke Newyork” keluh shera sedih. “hah? Terus, kamu juga ikut?” beni jadi tersedak mi ayam. “justru itu gue sedih karna gue ga diajak” shera menunduk lemas
“haha ya gapapa! Nanti gue kangen sama lu haha” beni mencubit pipi shera dengan gemas
“iiih jahat ya, kan gue juga pengen ikut. Siapa tahu bisa ketemu ayah disana” mendengar itu beni tiba-tiba ekspresinya berubah dan ia merasa iba kepadanya.
 Orangtua shera bercerai saat shera sedang duduk dibangku kelas 3SMP, dan kini ayahnya telah menikah lagi dan tinggal di Newyork. Semenjak itu shera selalu murung dan agak menjauh dari orang-orang sekitar namun dia bisa menjadi ceria lagi semenjak beni ada di sisinya hingga dia SMA kelas 2 ini.
“udah dong sher, jangan sedih terus” sher, gue gakmau liat lo sedih! Please tetep jadi shera yang ceria ! “haha selama ada kamu dan mama aku ada, aku masih bisa senyum kok” jawab shera seakan-akan dia bisa membaca pikiranku. Yaa setidaknya aku hanya ingin shera terus tersenyum.
¨       


2. #Goodbye

          Pagi ini mama harus segera ke bandara. Aku, dan adikku ikut mengantar mama, dan beni juga ikut.
Sebenarnya aku tidak ingin ikut. Karena aku pasti terus menangis sepanjang perjalanan dan itu akan membuat mama kesulitan. Tapi aku berusaha semaksimal mungkin untuk menahan air mata dan sebisa mungkin tidak mengucapkan kalimat yang akan membuat mama bimbang ‘jangan pergi ma! Shera butuh mama disini’ tentu saja aku tidak ingin kalimat itu terucap.
Kini kami sudah tiba, dan sebentar lagi penerbangan akan dimulai. Aku memeluk mama erat-erat tanpa terasa airmata membasahi pipiku.
“ma.. hati-hati ya disana. Jangan lupa hubungi shera terus” ucapku dengan suara yang serak. “iya, kamu juga hati-hati selama mamah gak ada. Jaga adik kamu baik-baik. Jangan lupa kunci pintu kalau mau tidur” pesan mama , dan wanita itu menitikkan airmatanya.
Adikku menangis dan terus memeluk mama. Namun pelukannya mengendur karena mama harus segera pergi.
Lambat laun pesawat itu sudah tidak terlihat lagi olehku.
Goodbye.. i’ll miss you mom
¨       
Malam ini terasa sangat gelap dan sunyi, tanpa kehadiran seorang mama yang biasanya  bersenda gurau bersama shera dan adiknya. Padahal sudah seminggu semenjak mama pergi tapi shera masih sering melamun di halaman di bawah rumah pohonnya.
Malam itu beni mengintip ke halaman rumah shera lewat jendela kamarnya, dan diamatinya seorang gadis yang duduk sendirian menatap langit dengan harapan kosong.
shera? Ya ampun, shera masih tetep murung terus!
Melihat itu beni mengambil selimut dan minuman coklat hangat untuk orang yang disayanginya itu.
Beni masuk ke halaman rumah shera lewat samping rumah dengan menaiki pagarnya, dan kini dia berdiri di samping gadis itu.
Bahkan shera tidak sadar dengan kehadiran lelaki itu. Beni langsung melingkarkan selimut itu ke punggung shera sehingga dia terkejut.
 “beni? Ngapain disini ?” beni tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan menyodorkan minuman coklat hangat yang selalu diminum kekasihnya itu bila sedang sedih.
“makasih ben.. kamu emang tau apa yang aku mau dan apa yang aku butuh” beni hanya tersenyum dan mengusap kepala gadis itu “tenang saja sher. Aku pasti slalu ada disisi kamu kok, sekarang kamu gausah murung terus. Jangan lupa janji ke mama kamu, kalau kamu bisa jaga diri sendiri”
Beni membuatku merasa lega.. entah kenapa jantungku serasa berdetak dengan sangat cepat saat dia mengusap kepalaku. Gue sayang lo ben! Jangan pernah tinggalin dan kecewakan gue
“tenang aja sher, gue ga akan ninggalin dan ngecewain lu” tiba-tiba beni berbicara.. seolah-olah dia bisa membaca pikiranku. Aku hanya tersenyum dan bersender di pundaknya menatap langit.
Bintang terlihat lebih terang dari biasanya, tapi aku tidak butuh bintang lagi karena ada matahari yang bersinar sendiri dan memberikan cahayanya padaku dan kini matahari itu ada disampingku.

Malam ini aku bisa mengatasi kesendirianku karena beni ada disampingku. Tapi aku tidak tahu bagaimana dengan besok atau lusa, apakah aku bisa mengatasinya jika beni tidak ada? Aku harap aku bisa. Pasti bisa !
“udah malem heh! Udah jam 10, cepet tidur!” beni mulai galak dan menyuruhku untuk tidur, aku pegang tangannya dan menatap matanya seolah ingin menyampaikan untuk saat ini aku ingin seperti ini sebentaaaaar lagi saja.. please.
Dan sepertinya dia bisa mengartikan tatapanku “baiklah, tapi cuma sampai jam 11 ya?” aku hanya tertawa kecil
Malam kali ini terasa lebih baik untukku

*bersambuuung :p
¨       

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images