Light

23.11

Eps. 3

              DOR!!!
Claire tersontak kaget, namun langsung berlari. Hingga pertandingan dimulai ibu Claire masih tetap belum datang. Namun Claire tidak peduli. Ia terus lari, lari,dan terus berlari. Saat ini, posisinya no.1!! Claire jauh memimpin, dan peserta yang lain ada jauh dibelakangnya. Tanpa orang-orang sadari, Claire sedang menangis. Air matanya berjatuhan butir demi butir meski ia sedang berlari, air mata itu tak mau berhenti. Ia terus berlari menembus angin hingga 3 putaran dan Finish!! Claire juara 1. Semua orang bertepuk tangan, bangga,bahagia, namun tidak untuk Claire.

              "Setidaknya ada aku,bukan?" Claire tersontak kaget. Oh, ternyata James. Namun, ternyata bukan hanya Claire yang kaget tapi James juga kaget melihat mata Claire yang sembab dan merah.
              "Ibumu tidak datang?" tebak James. Claire tidak menjawabnya, berarti dia benar. Kemudian James duduk disampingnya dan menyikutnya.
               "Aw!! Sakit tahu!" Rupanya yang disikut mengerang kesakitan. James tertawa. Claire tidak mengerti, namun akhirnya ikut tertawa juga. James mengajaknya pulang, akhirnya mereka berdua pulang ke rumah masing-masing. Saat di kamar, Claire menangis lagi. Tak lama, terdengar hentakan highheels. Ibu!! Claire pun membuka pintu kamarnya.
        
                 "Ibu, kenapa Ibu tidak datang?! Padahal aku kira Ibu akan datang!" teriak Claire dari lantai 2, menyusuri tangga dan menyusul Ibunya yang hendak pergi bekerja.
              "Claire, kau tak boleh egois! Ibu harus bekerja. Jika tidak, kita akan kehilangan banyak uang" bentaknya. Claire semakin geram.
               "Yang Ibu dan Ayah pikirkan hanya uang, bekerja, dan karir! Tidak bisakah kalian meluangkan waktu untukku?!" kini air mata mulai mengalir. Emosinya sudah meluap.
               "Sudahlah, Ibu tak ada waktu untuk ini. Kau sudah besar, berpikirlah lebih dewasa dan bersikap mandiri" kemudian pergi meninggalkan Claire. Saat Claire hendak menyusulnya, kakinya terpeleset dan jatuh. Ia merasakan sakit yang luar biasa, pandangannya kabur hingga tak sadarkan diri.
************************************************************************************************************
          "Claire? Claire?! Apa kau mendengarku?"
Ng? Suara siapa itu?... Ah kepalaku sakit sekali,dan... Aku tak bisa merasakan punggungku.
"Claire?! Syukurlah, akhirnya kau siuman juga" Itu... James? Apakah itu James?
Itu James!!!!

          "James, apa yang terjadi padaku?" Uh, kepalaku sakit sekali. Ku lihat cermin, ternyata kepalaku dieprban ada banyak darah diperban itu. 
          Tapi James diam saja. Aku menunggu jawaban. "Claire, kau terpleset dari atas tangga, hingga ke bawah. Bersyukurlah kau masih hidup. Tadi Ibumu panik dan langsung menelponku, kami berdua membawamu ke RS ini" jelas James panjang lebar. Ternyata... Ibuku bisa panik juga?
           Tapi mana Ibu? Aku lihat sekeliling ruangan tapi tidak ada Ibu. "James, mana Ibu?" tanyaku.
           "Ibumu pergi bekerja." jelas James. Apa?! Anaknya sedang di Rumah Sakit dan dia tetap mempedulikan pekerjaannya ?! "Aku tahu kau marah Claire" tebak James dan itu benar. "Claire dengarkan aku!" 
            Akupun langsung melihatnya, menunggu lanjutannya.
"Claire, kata Dokter...." Aku semakin penasaran. "Apa kata Dokter?!"
"Claire, kau mengidap Scoliosis"

                

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images