Light
01.27
*Eps 6
Akhirnya Claire diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit. Meski seharusnya senang dan bersyukur, entah mengapa Claire merasa sedih dan enggan sekali untuk pulang. Ya, alasannya apa lagi kalau bukan karena benci dengan 'rasa-sepi-sendirian-di-dalam-rumah'. Baginya, berbaring di Rumah Sakit jauh lebih nyaman dibanding harus ada di rumah dan terjebak rasa sepi. Kalau di Rumah Sakit, Claire bisa mencari alasan dengan memencet bel sehingga suster sering kali dibuat bulak-balik hanya karena Claire ingin ditemani.
"Aku rasa kau sama sekali tak suka ada di rumah. Benar, kan?" tanya James. Tepat sasaran! Claire dibuatnya Skak mat.
"Aku benci kalau apa yang kau katakan tepat sasaran" jawab Claire ketus. James malah senyum menyeringai. Menakutkan! "Apa maksud senyummu itu?"
"Haha tidak. Ku rasa kau ini bukan orang yang sulit untuk ditebak. Kau tidak pandai berbohong Claire. Apa yang kau rasakan tertera jelas diwajahmu. Dan itulah poin yang sangat lucu! Haha"
"Apa?! Oh gitu ya.. Jadi sama pacar sendiri begitu? Yasudah deh" Claire menunjukan aksi marahnya dan memalingkan mukanya dari James. James kemudian mengikuti arah pandangannya.
"Haha bercanda! Ngomong-ngomong, kalau sudah besar nanti kamu mau pergi ke negara mana?" tanya James tiba-tiba.
"Maksudmu?" Claire bingung dan tidak mengerti. James menghela napas. "Dasar lamban. Maksudku, negara mana yang sangat ingin kau datangi?"
"oooo" akhirnya Claire mengerti juga. "tentu saja Mesir!" jawab Claire dengan mantap, dan mengacungkan jempolnya.
"Mesir? Mesir kan panas! Kenapa kamu mau ke sana, bukankah kamu tidak tahan dengan udara panas?" uuuh James 'kepo' banget! membuat Claire geram.
"Karena Mesir itu dimana ayah dan ibuku bertemu. Jadi, aku juga ingin pergi dan melihat seperti apa negri tempat ayah dan ibuku bertemu bahkan ayah dan ibuku juga tergila-gila dengan Mesir. Selain itu, aku suka dengan sejarah-sejarah di Mesir. Menurutku, Mesir itu negara yang punya banyak lebih dari 1 milyar misteri yang mengagumkan..." Claire terus bercerita panjang lebar, membuat James kagum padanya. Bahkan tak pernah terpikirkan oleh James tentang sejarah Mesir. Kalau dipikir-pikir ternyata memang mengasyikan.
Sementara Claire asyik bercerita, diam-diam James tersenyum. Ia lega karena perempuan yang dicintainya memiliki semangat yang besar, dan ia senang ketika Claire sedang bercerita. Kenapa? Karena, saat Claire bercerita ia selalu berimajinasi, dan menceritakannya dengan semangat yang berapi-api. Seolah apa yang ia cita-citakan akan selalu ia raih apapun rintangannya. Itulah salah satu ciri Claire yang disukai James <3
************************************************************************************************************
"Hello, Jane! Apakah kau yakin ingin 'menyingkirkan' Claire?" tanya Yue dengan nada bimbang. Takut bukan main. Tentu saja, sekarang ini dia sedang berbicara dengan Jane! Ratu (penguasa) di Lincoln High School.
"Yue, apakah kemarin aku terlihat seperti sedang bercanda?! Dasar bodoh! Tentu saja aku yakin" bentak Jane. Yue langsung mengiyakan karena takut akan kena imbasnya kalau banyak cekcok.
"Huh, dan saat waktunya tiba kita habisi dia. Jangan setengah-setengah!! Hahaha"
*lanjut ke eps7
Akhirnya Claire diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit. Meski seharusnya senang dan bersyukur, entah mengapa Claire merasa sedih dan enggan sekali untuk pulang. Ya, alasannya apa lagi kalau bukan karena benci dengan 'rasa-sepi-sendirian-di-dalam-rumah'. Baginya, berbaring di Rumah Sakit jauh lebih nyaman dibanding harus ada di rumah dan terjebak rasa sepi. Kalau di Rumah Sakit, Claire bisa mencari alasan dengan memencet bel sehingga suster sering kali dibuat bulak-balik hanya karena Claire ingin ditemani.
"Aku rasa kau sama sekali tak suka ada di rumah. Benar, kan?" tanya James. Tepat sasaran! Claire dibuatnya Skak mat.
"Aku benci kalau apa yang kau katakan tepat sasaran" jawab Claire ketus. James malah senyum menyeringai. Menakutkan! "Apa maksud senyummu itu?"
"Haha tidak. Ku rasa kau ini bukan orang yang sulit untuk ditebak. Kau tidak pandai berbohong Claire. Apa yang kau rasakan tertera jelas diwajahmu. Dan itulah poin yang sangat lucu! Haha"
"Apa?! Oh gitu ya.. Jadi sama pacar sendiri begitu? Yasudah deh" Claire menunjukan aksi marahnya dan memalingkan mukanya dari James. James kemudian mengikuti arah pandangannya.
"Haha bercanda! Ngomong-ngomong, kalau sudah besar nanti kamu mau pergi ke negara mana?" tanya James tiba-tiba.
"Maksudmu?" Claire bingung dan tidak mengerti. James menghela napas. "Dasar lamban. Maksudku, negara mana yang sangat ingin kau datangi?"
"oooo" akhirnya Claire mengerti juga. "tentu saja Mesir!" jawab Claire dengan mantap, dan mengacungkan jempolnya.
"Mesir? Mesir kan panas! Kenapa kamu mau ke sana, bukankah kamu tidak tahan dengan udara panas?" uuuh James 'kepo' banget! membuat Claire geram.
"Karena Mesir itu dimana ayah dan ibuku bertemu. Jadi, aku juga ingin pergi dan melihat seperti apa negri tempat ayah dan ibuku bertemu bahkan ayah dan ibuku juga tergila-gila dengan Mesir. Selain itu, aku suka dengan sejarah-sejarah di Mesir. Menurutku, Mesir itu negara yang punya banyak lebih dari 1 milyar misteri yang mengagumkan..." Claire terus bercerita panjang lebar, membuat James kagum padanya. Bahkan tak pernah terpikirkan oleh James tentang sejarah Mesir. Kalau dipikir-pikir ternyata memang mengasyikan.
Sementara Claire asyik bercerita, diam-diam James tersenyum. Ia lega karena perempuan yang dicintainya memiliki semangat yang besar, dan ia senang ketika Claire sedang bercerita. Kenapa? Karena, saat Claire bercerita ia selalu berimajinasi, dan menceritakannya dengan semangat yang berapi-api. Seolah apa yang ia cita-citakan akan selalu ia raih apapun rintangannya. Itulah salah satu ciri Claire yang disukai James <3
************************************************************************************************************
"Hello, Jane! Apakah kau yakin ingin 'menyingkirkan' Claire?" tanya Yue dengan nada bimbang. Takut bukan main. Tentu saja, sekarang ini dia sedang berbicara dengan Jane! Ratu (penguasa) di Lincoln High School.
"Yue, apakah kemarin aku terlihat seperti sedang bercanda?! Dasar bodoh! Tentu saja aku yakin" bentak Jane. Yue langsung mengiyakan karena takut akan kena imbasnya kalau banyak cekcok.
"Huh, dan saat waktunya tiba kita habisi dia. Jangan setengah-setengah!! Hahaha"
*lanjut ke eps7

0 komentar